Langsung ke konten utama

Postingan

Joget Tiktok

 Akhir-akhir ini di instagram sering banget bermunculan para laki-laki mencoba mengikuti dance tiktok yang lagi happening yaitu lagu Twice - What Is Love.  Awal melihatnya sih lucu karena gak disangka laki-laki yang kelihatannya gak bisa dance atau keliatan maco tiba-tiba dengan gemulai menari mengikuti alunan lagu. Tapi karena sudah terlalu banyak yang mengikuti dan berseliweran di instagram rasanya kok malesin juga, mulai ke arah jijik. Yang tadinya jadi hiburan makin kesini justru menurut gue "Enggak Banget".  Seketika dari situ berdoa. Semoga jodoh gue kelak, saat ini gak ikut-ikutan dance tiktok lagu Twice - What Is Love ataupun dance lagu lainnya.  Hai kamu iyaa kamu, calon jodohku. Jaga dirimu yaa gak perlu ikut-ikutan trend dance tiktok atau memparodikan yang lagi happening di tiktok ataupun media sosial lainnya. Disini aku juga sedang menjaga untuk tidak megikuti dance tiktok lainnya. Rasa maluku lebih besar jika harus mengikuti hal yang lagi happening di so...

Pengakuan Rasa

Aku mengakui bahwa ternyata keresahan yang aku rasakan akhir-akhir ini karna bentuk rasa kehilanganku yang tidak bertemu denganmu lagi.  Bisa saja suatu saat diluar sana kita akan bertemu. Tapi kemungkinan itu persentase nya kecil sekali.  Aku merasakan sangat kehilangan karena baru saja memulai perkenalan denganmu tapi karena keadaan harus juga cepat mengakhirinya. Rasanya telah lama aku tidak merasakan hal seperti ini. Hati yang bersorak ketika melihat sosokmu ada dalam jangkauanku. Berdebar ketika harus menatap matamu yang tajam. Dan caramu ketika memulai percakapan dengan ku memiliki panggilan yang unik.  Tak banyak kenangan yang aku punya saat bersamamu. Maka ketika harus berpisah aku merasakan kehilangan. Dan kegalauan yang kurasakan akhir-akhir ini karena tak berjumpa kembali denganmu. Bisa saja aku memulai percakapan melalui whatsapp tapi nyaliku tak seberani itu. Rasa malu yang menyelimutiku membuat aku enggan untuk memulai chatingan denganmu.  Terkadang aku...

Satu Atap

Dalam satu atap yang sama mereka saling menyembunyikan kesedihan dan kekhawatiran masing-masing. Dalam satu atap yang sama dari sorot mata mereka terpancar kesedihan yang sedang mereka rasakan. Uniknya mereka tidak pernah mengulik masalah satu sama lain.  Cara mereka bertahan dengan menampakan diri seolah semua baik-baik saja. Mereka memiliki cara yang unik dalam mengungkapkan kepedulian satu sama lain untuk menghibur.  Hiburan yang sangat sederhana, yang bisa saling menguatkan satu sama lain.  Mungkin banyak yang berbisik mengenai mereka yang tampak tidak saling peduli. Tapi nyatanya mereka sangat peduli dengan cara masing-masing yang kadang tak bisa dipahami orang lain. Itulah cara mereka menebar cinta didalam satu atap yang sama. Jakarta, 14 Juni 2021 | Salmah

2 Bulan

 Hari ini tepat 2 bulan setelah resign. Dan sampai saat ini masih terus berusaha mencari pekerjaan.  Pertanyaan sejenis : "kenapa resign?", "sayang banget loh resign kerjanya cuma di rumah aja juga" masih terdengar kebisingannya. Andai saja mereka tau, akupun sampai saat ini terus menyakinkan dirikku bahwa keputusan yang kubuat adalah benar. Tidak usahlah kalian menambah pertanyaan yang menambah bebanku. Aku tak putus asa. Terus menerus mencoba apply diberbagai platform pencarian kerja. Juga tak putus aku berdoa kepada Allah dengan keyakinan yang kuat bahwa janji Allah adalah benar dan pasti Allah akan memberikan aku pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya. Sebenatar lagi yakin pertolongan Allah akan datang. Sabar sedikit lagi. Jangan putus berdoa yaaa  Terus percaya dengan janji Allah ya sal  Laa haula walaquwwata illabillah  Jakarta, 23 Maret 2021 | Salmah

Pertanyaan "Kapan?"

 Akhirnya aku memasuki fase memiliki rasa takut akan pertanyaan "kapan?" Menjelang lebaran tiba. Bayang-bayang sanak saudara yang bersilaturahim ketika lebaran dan dalam obrolan menanyakan kabar pasti akan ada diselingi pertanyaan awalan kata "kapan?". Didalam kepalaku sudah menyiapkan jawaban ketika pertanyaan itu akan menyerang kepadaku. Bahkan aku ada niatan selepas sholat ied dan bersalaman dengan kedua orang tuaku, ingin rasanya menyembunyikan diri di kamar saja. Belum memasuki lebaran saja sudah ada beberapa yang menanyakan kalimat awalan "kapan?". Rasanya? Sakit dan patah.  Pedihnya lagi aku tak bisa banyak membela bahkan kadang aku berikan senyum aja. Seandainya aku tau jawaban pertanyaan mereka perihal "kapan?", sudah pasti akan ku jawab dengan lantang. Nyatanya aku juga tidak bisa memberikan jawaban yang tepat dari pertanyaan itu.  Atau jurus paling ampuh ketika sudah lelah dengan pertanyaan itu jawabannya hanya "doakan saja ya...

Rindu

Malam ini ada rindu yang teramat menggebu.  Kepada dirimu, yang aku pun tak tau kabarmu saat ini bagaimana? Lama rasanya aku tak bertemu ataupun berkomunikasi denganmu. Ada rindu ingin sekali menanyakan kabarmu tapi apalah daya aku tak bisa bertindak sejauh itu walaupun hanya bertanya kabar denganmu. Media sosialmu pun tak aktif. Hanya sesekali saja muncul di beranda sosial mediaku.  Itupun kau hanya sekedar merepost saja.  Andai aku memiliki keberanian, ingin sekali menghubungimu kembali.  Bisa menggunakan berbagai alasan agar bisa tau kabarmu seperti apa.  Lagi-lagi aku tidak berani sejauh itu.  Hanya kepada Tuhan saja aku berani mengadu.  Perihal rindu yang terkadang datang menggebu. Kepada dirimu semoga selalu dalam perlindungan Allah.  Jakarta, 24 April 2021 | Salmah

Jaga Lisanmu

Kebisingan kembali mengusik ku lagi. Ketenangan yang sedang ku bangun luluh lantah diterjang pertanyaan yang begitu menyakitkan. Hatiku sakit ketika semua orang memborbardir pertanyaan yang sama kepadaku.  Tak taukah kalian saat ini aku juga masih berjuang untuk menyakinkan diriku bahwa keputusan yang aku buat adalah benar. Tapi teganya kalian mencecar pertanyaan yang membuatku sakit.  Tolonglah aku ini sedang tertatih untuk bangkit jadi jagalah lisan kalian sedikit saja.  Jakarta, 05 April 2021 | Salmah

Tidak sefrekuensi

Lamanya tidak berjumpa dan berkomunikasi denganmu membuat ada perubahan yang sangat terasa. Tidak seperti dulu yang begitu luwes untuk bercerita namun sekarang seperti ada pembatas yang menjadikan obrolan kita tidak seperti dulu kala. Selain itu sudut pandang yang dulu kita bisa sefrekuensi entah kenapa saat ini banyak sekali sudut pandangmu yang bertentangan dengan yang dulu sering kita diskusikan. Kita mengenal bukan sebentar tapi sudah beberapa tahun saling mengenal satu sama lain. Kini ketika aku merasa ada perubahan dari sikap dan obrolanmu. Berujung kepada aku yang tidak seantusias dulu ketika mengobrol denganmu. Aku sudah mencoba untuk mengimbangi dan mengikuti obrolan yang kau bicarakan tapi aku tidak menemukannya. Akhirnya yang bisa aku lakukan hanya menjadi pendengar ketika berbicara denganmu dan hanya menanggapi jika diperlukan. Jakarta, 24 Maret 2021 | Salmah

Resign

Akhirnya hari ini tiba. Hari dimana aku memutuskan untuk resign. Dengan segala pertimbangan dan resiko telah aku pikirkan. Aku tau dimasa pandemi seperti sekarang bukan sesuatu hal yang mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Terlebih ketika aku memutuskan resign aku belum memiliki pengganti pekerjaan baru . Aku memahami dan akan menerima jika banyak menyayangkan keputusan yang aku buat ini. Tapi aku percaya rezeki itu tidak pernah tertukar. Jika Allah sudah menakdirkan rezeki untuk hambaNya maka tetap sampai ke para hambaNya bagaimanapun caranya. Begitu pula perihal resign ini. Aku memutuskan resign dengan keputusan yang telah mantap untuk mengakhiri dari sesuatu yang Allah tidak sukai.  Aku percaya ketika kita meninggalkan sesuatu yang tidak Allah sukai pasti nanti Allah akan mengganti yang lebih baik lagi. Aku percaya itu. Dengan keyakinan yang kuat setelah lama bergumul dengan hati akhirnya aku tekatkan resign karna Allah. Aku resign agar aku lebih taat menjalankan perintah Allah. S...

Besok Senin

Besok hari senin. Langkah awal untuk menyusun rencana kembali setelah beristirahat diwaktu weekend. Siapkan diri untuk berusaha lagi terus sampai tujuan. Dan jangan lupa untuk mengawali hari dengan berdoa. Meminta kepada Allah agar diberikan rahmat, perlindungan, ilmu yang bermanfaat dan rezeki yang baik.  Dengan masih terus memupuk keyakinan bahwa Allah baik.  Allah akan memberikan pertolongan kepada hambaNya yang berdoa kepadaNya. Allah gak akan menelantarkan hambaNya begitu saja di bumi ini, karena rahmat Allah lebih luas dari muka bumi ini. Pasti Allah akan bantu.  Pasti Allah akan mencukupi rejeki setiap para hambaNya. Allah akan mengabulkan permohonan para hambaNya di waktu yang tepat, yang Allah tentukan. Ya Rabb jagalah imanku untuk selalu yakin dan percaya pertolonganMu pasti akan datang. Ya Rabb bantu aku untuk selalu sabar dalam ujian dan bersyukur dalam nikmat yang Engkau berikan. Jakarta, 21 Maret 2021 | Salmah

Ketika Turun Hujan

 Di waktu malam yang dingin. Baru saja hujan membasahi bumi dengan deras nya. Sepanjang hujan turun, ada doa yang terus kurapalkan. Karena salah satu waktu mustajab nya doa adalah  ketika waktu turun hujan. Masih dengan doa yang sama aku terus rapalkan berulang-ulang. Dengan keyakinan yang kuat doaku pasti dijabah oleh Allah. Ada air mata yang tanpa sadar keluar dari pelupuk mataku. Air mata tangisan sebuah harapan berserah kepada Allah untuk doa-doa yang terus dilangitkan. Tangisan rasa ketakutan, kekhawatiran dan kegilasahan.  Ya Rabb engkau dzat yang maha pengampun ampunilah segala dosa-dosa yang aku lakukukan. Ya Rabb engkau dzat yang memberikan pertolongan, aku percaya Engkau ya Rabb pasti akan memberikan pertolongan kepadaku. Ya Rabb jangan tinggalkan aku sendirian. Aku masih butuh petunjukMu. Aku masih butuh pertolonganMu. Limpahkan rahmatMu kepadaku ya Rabb. Ya Rabb bantu aku untuk mengurangi rasa takut, gelisah, khawatir yang berlebihan. DenganMu ya Rabb aku bers...

Terimakasih Diriku

 Kepada diriku terimakasih untuk hari ini. Hari yang cukup melelahkan selepas penantian yang cukup panjang. Tidak apa jika hari ini belum mendapatkan jawaban dari doa yang kau langitkan. Takdir tidak akan pernah salah.  Allah yang Maha lebih tau untuk dirimu.  Pasti ada kebaikan dan hikmah untuk hari ini. Kepada diriku beristirahtlah sejenak dari lelah nya fisik dan hati. Tak apa jika ingin beristirahat karena kamu telah berjuang. Besok lanjutkan kembali perjuangannya.  Dengan semangat baru dan terus melangitkan doa kepada Allah. Percayalah doa yang kau langitkan disetiap sujud panjangmu tidak akan pernah kembali dengan tangan kosong. Itu janji Allah. Pasti. Kepada diriku sekali lagi terimakasih.  Selamat beristirahat  Jakarta, 19 Maret 2021| Salmah

Khawatir

Hari ini entah kenapa ada rasa kekhawatiran lama yang kembali muncul. Kekhawatiran perihal ikhtiar yang tak kunjung didapatkan. Ada rasa khawatir, takut dan cemas yang datang melanda kembali. Aku tau ini tak bisa dibiarkan terus berkelanjutan. Harus cepat aku hilangkan kekhawatiran yang tak berujung ini. Hanya Engkau ya Rabb Tuhanku yang bisa membantu menghilangkan kegelisahan hati ini. Rabbi tetaplah selalu berada disisiku, memberikan aku perlindungan dan pertolongan. Karena hanya Engkau Ya Rabb, satu-satu nya tempat aku menyembah dan meminta pertolongan. رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي Jakarta, 01 Februari 2021 | Salmah

Duka Indonesia

Duka di awal tahun 2021 sedang menimpa di Negeriku saat ini. Mulai dari curva corona yang terus meningkat, duka pesawat jatuh, tanah longsor di Sumedang, dan baru kemarin baru mendengar kabar ada kejadian banjir bandang di Kalimantan Selatan dan Gempa di Sulewasi. Hatiku patah melihat saudara-saudara sebangsa tanah air mengalami kejadian musibah yang cukup berat. Tak bisa kubayangkan dengan keadaan virus corona  yang belum usai ini sudah membuat berat masih ditambah duka bencana yang datang di Negeri Indonesia. Aku percaya dan yakin Allah memberikan kejadian ini pasti memiliki rencana yang baik. Hal yang harus kita pegang kuat keyakinan itu bahwa dibalik ujian bencana yang melanda Indonesia pasti hal baik akan menyertai.  Hatiku patah melihat korban yang terkena korban bencana di Kalimantan dan Sulewasi yang berebutan mengambil bantuan sosial yang berdatangan. Oh Allah hatiku patah melihat itu. Sangat merasakan bagaimana perasaan mereka saat ini, sakit, takut, sedih, kehilanga...

HP Rusak

Sudah kali ke dua hp gue diservice. Penyebab pertama diservice karna batrai nya sudah gendut karena sering banget gue hotspot ke laptop selama WFH. Service yang kedua karena setelah batrai hp nya sudah diganti baru sekitar 2 mingguan waktu gue engga sengaja menjatuhkan hp dan pas dicek kembali ternyata tidak bisa menyala. Sebenarnya gue enggak begitu risau sih sudah dua kali ini tidak memegang hp dengan waktu yg cukup lama akibat di service. Tapi ada saat dimana ketika harus mengirimkan kode OTP atau verifikasi entah itu email, log in ke shopee atau ketika sedang membutuhkan m-banking itu agak sedikit merepotkan karna gue harus mencari hp yang tidak terpakai untuk mengaktifkan kartu ponsel gue agar mendapatkan kode OTP verifikasi itu.  Saat ini untuk akses menggunakan media sosial gue mengaksesnya lewat laptop. Tapi karena bagi gue mengakses media sosial lewat laptop itu kurang seru jadilah hiburan selama hp gue diservice itu nonton youtube aja.  Jakarta, 13 Januari 2021 - Sa...

Tengah Malam

Kenapa yang tengah malam itu paling cocok untuk merenung.  Memikirkan sesuatu yang belum terjadi, berandai-andai dan berujung dengan keresahan dan kegelisahan.  Selain itu tengah malam menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah sebelum beranjak tidur. Mengingat kembali aktifitas yang telah kita lakukan selama seharian ini, dan meminta ampun kepada Allah untuk dosa yang sudah dilakukan hari ini. Jakarta, 14 Januari 2021 - Salmah 

Waktu Dini Hari

Waktu dini hari dan mataku masih belum bisa terpejam. Aku merasa sedang merindukanmu. Jika menengok kebelakang tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sudah hampir satu tahun kamu telah pergi. Rasanya baru kemarin aku selalu mengantarkanmu melakukan check up. Waktu dini hari dan mataku masih belum bisa terpejam. Setiap mengingatmu aku teringat tentang sebuah kematian yang kapan saja bisa datang. Akupun langsung merenungi dosa-dosa yang telah aku lakukan. Betapa banyak dosa yang aku perbuat dan ulangi.  Dan sadar sedikit sekali amalan yang aku punya untuk bekalku kembali ke tempat yang kekal. Waktu dini hari dan mataku masih belum bisa terpejam. Merenungi semua peristiwa yang terjadi selepas kepergianmu. Sepi dan tangis terkadang masih menghiasi rumah ini.  Memori kenangan bersama terkadang berputar dengan sendiri nya. Penyesalan pun sesekali masih ada.  Menyesal karna tanpa sengaja pernah menyakiti, menyesal belum memaksimalkan keinginanmu sebelum pergi. Waktu dini hari...

Lewat Jam 12 Malam

Lewat jam 12 malam pikiranku berkelana memikirkan banyak hal.  Perasaan yang tidak baik-baik saja semakin mendukung suasana pikiran yang terlalu bising.  Hari ini terlalu banyak kejutan yang aku terima.  Menyebabkan berkecamuknya perasaan yang aku sedang aku alami.  Kaget, sedih, khawatir, iri, takut bercampur bersamaan di waktu yang sama.  Hari ini aku kembali babak belur dihantam bertubi-tubi pergelokan perasaan secara bersamaan.  Aku kalah, aku cape, aku takut.   Ya Rabbi aku ini lemah sedangkan Engkau Dzat yang Maha Kuat. Bantu aku Ya Rabb, tolong Bantu aku jangan tinggalkan aku sendirian. Tunjuki aku untuk berada dijalan yang lurus.   Ya Rabbi aku ini pendosa maafkan kesalahanku ampuni kesalahanku Ya Rabb.   Ya Rabbi hari ini perasaanku sedang babak belur, jangan tinggalkan aku Ya Rabb. Bimbing aku untuk bangkit Ya Rabb. Yang aku punya dan tempat bergantung hanya kepada Engkau Ya Rabbi Tuhan Semesta Alam.    Deka...

Sebuah Coretan

 Ada banyak cerita yang ingin aku sampaikan kepadamu.  Tentang kehidupanku akhir-akhir ini, keresahan yang sedang aku alami, dan banyak hal lainnya. Tapi mengingat komunikasi kita yang sudah jarang, aku mengurungkan niat. 

Mengecilkan Suara Kebahagian

Beberapa waktu lalu seorang teman menceritakan bahwa dia bosan melihat instastory beberapa followers nya yang mengshare momen suasana ketika dia bekerja.  Menurut seorang temanku ini menjadi sah sah saja melakukan itu di sosial media tapi jika sudah terlalu berlebihan juga tidak cukup baik. Mendengar itu aku menyepakati bahwa memang jika ada yang mengshare sesuatu yang berlebihan di sosial media itu memang bikin sebel terlebih bukan sesuatu hal yang terlalu penting.  Kembali ke kita menyikapi nya seperti apa. Karena kita tidak benar benar tau tujuan dan maksud seseorang kita mengshare ke sosial media.  Selain itu temanku ini juga bertanya kepadaku, apa alasanku sampai saat ini tidak pernah sekalipun mengshare perihal tentang pekerjaan saat ini.  Jawabanku atas pertanyaan itu adalah aku hanya ingin mengecilkan suara kebahagian yang aku rasakan. Maksudku seperti ini aku menyadari bahwa tidak sedikit lingkungan teman-temanku yang saat ini masih berjuang dalam mencari pe...