Langsung ke konten utama

Lewat Jam 12 Malam

Lewat jam 12 malam pikiranku berkelana memikirkan banyak hal. 

Perasaan yang tidak baik-baik saja semakin mendukung suasana pikiran yang terlalu bising. 

Hari ini terlalu banyak kejutan yang aku terima. 

Menyebabkan berkecamuknya perasaan yang aku sedang aku alami. 

Kaget, sedih, khawatir, iri, takut bercampur bersamaan di waktu yang sama. 

Hari ini aku kembali babak belur dihantam bertubi-tubi pergelokan perasaan secara bersamaan. 

Aku kalah, aku cape, aku takut.  

Ya Rabbi aku ini lemah sedangkan Engkau Dzat yang Maha Kuat. Bantu aku Ya Rabb, tolong Bantu aku jangan tinggalkan aku sendirian. Tunjuki aku untuk berada dijalan yang lurus.  

Ya Rabbi aku ini pendosa maafkan kesalahanku ampuni kesalahanku Ya Rabb.  

Ya Rabbi hari ini perasaanku sedang babak belur, jangan tinggalkan aku Ya Rabb. Bimbing aku untuk bangkit Ya Rabb. Yang aku punya dan tempat bergantung hanya kepada Engkau Ya Rabbi Tuhan Semesta Alam.   

Dekap aku dengan kasih dan sayangMu ya Rabb. Limpahkan rahmat dan hidayahMu kepadaku ya Rabbi.  

Aku sangat percaya Ya Rabb pertolonganMu akan datang.  

Ya Rabbi Ya Allah Ya Tuhanku  

Rabbi inni dzholamtu nafsi faghfirli  

Jakarta, 30 September 2020 | Salmah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok ... Judul               : Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok Penulis             : Muhammad Lili Nur Aulia Hal                  : 253 Halaman Penerbit           : Ihsanmedia.com             Atas dasar karunia Allah, lalu kebersamaan ini pun kita mulai karena Allah dan untuk Allah. Tidak ada yang lebih mulia daripada menyadari bahwa kebersamaan ini adalah murni karena karunia dan hidayah Allah. Tak ada yang lebih agung daripada menyadari bahwa kita memulai perjalanan ini betul-betul karena Allah dan bertujuan untuk menggapai ridha Allah.    ...

REVIEW NOVEL : Cinta di Ujung Sajadah

Judul : Cinta di Ujung Sajadah Penulis : Asma Nadia Hal : 291 halaman Penerbit : Republika "Ketika semua harapan menemui jalan buntu. Cinta berjuang. Mencari kekuatan dalam sujud-sujud panjang. Menelusuri jejak surga yang dirindukan hingga tuntas saat senja di madinah" "Berduan dengan cewek itu engga nyunnah. Jelek jelek dia kan menyandang nama Muhammad" (Hal 91) "Apapun kata orang, ibumu tetap ibu, sosok yang lebih dari berhak untuk mendapakan bakti dan kasih sayang anaknya, juga perhatianmu" (hal 190) "Ketika harapan begitu tipis. Ketika fisik begitu lelah. Ketika sebagai hamba, merasa tak berdaya. Ketika sekeliling begitu gelap dan tanpa cahaya. Ketika itu hanya Allah yang bisa memberi harapan" (hal 242) "Seburuk apapun yang kamu lakukan, Nak.... ingatlah kamu menyandang nama Muhammad" (hal 268) Gue kasih lima bintang🌟🌟🌟🌟🌟 Sukak banget sama novel ini. Emang novel asma nadia itu selalu memiliki sihir tersen...

Pengalaman Dirawat di Rumah Sakit

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 14 Januari 2019 gue baru aja dirawat di rumah sakit. Diagnosis dokter itu sakit typus. Gue dirawat selama lima hari. Berawal dari gue kedinginan hebat. Bener-bener merasa dingin terus tiba-tiba gue kaya orang kesurupan gitu. Posisi pada saat itu gue sadar, tapi gue enggak bisa berbuat apa-apa. Seperti ada yang mengendalikan diri gue. Emak gue meminta untuk gue baca ayat kursi tapi gue menjawabnya enggak tau. Kejadian kaya gini bukan pertama kali, sebelumnya gue pernah seperti kaya orang kesurupan juga pada saat mengikuti pelatihan sholat khusyu. Waktu pada saat ikutan upgrading PAY gue juga sempat seperti itu juga tapi tidak parah. Setelah kejadian itu demam gue enggak turun-turun selalu 39 ° C. Sudah dibawa ke rumah sakit juga sampai diinfus tapi demamnya tidak turun-turun. Lima hari deman tidak kunjung akhirnya gue dibawa ke puskesmas untuk cek darah, hasilnya trombosit gue malah lebih turun dibanding pas di rumah sakit itu. Ak...