Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Bersyukur

Pekan lalu gue mengikuti kegiatan Shabar (Sharing Bareng) yang diadakan oleg komunitas Love Yourself Indonesia. Tema yang diangkat dalam acara tersebut yaitu overthinking. Pembicara yang hadir pada acara itu adalah seorang psikolog klinis. Beliau praktek di RSUD Jagakarsa. Pelajaran yang bisa gue petik dan terapkan dari acara tersebut yaitu gue membuat catatan harian dimana isinya adalah 3 hal yang harus disyukuri setiap harinya. Psikolog tersebut menyarankan untuk menulis 3 hal yang harus disyukuri setiap harinya yang dilakukan ketika pagi hari. Kenapa? karena kata beliau dengan menuliskan rasa syukur kita di pagi hari dapat menghadirkan energi postif.  Sudah lima hari gue menerapkan hal itu hasilnya beneran kita hepi dan bersyukur. Enggak menyangka bahwa dalam tiap harinya banyak sekali nikmat yang Allah kasih. Hal sesimple apapun ternyata kalau kita syukuri nikmat banget. Contoh hal simple yang gue tulis adalah mendapatkan tempat duduk di busway. Terlihat sepele karena...

Menyapa (Part 2)

Pagi ini gue kembali bertemu dengan perempuan yang menyapa gue. Kali ini awalnya gue enggak sadar kalau kita ternyata satu busway lagi. Ketika gue melirik sekeliling gue menemukan dia duduk di pinggir dekat jendela. Kita terpisah dua bangku. Kenapa gue bisa sadar bahwa itu dia karena jaket yang dia gunakan sama seperti yang kemarin gue lihat. Dia terlihat menggunakan masker dan tertidur. Gue semakin yakin bahwa itu dia perempuan yang kemarin nyapa gue.  Kemudian ketika tujuan halte sudah semakin dekat, dia berdiri kemudian menyapa lewat anggukan kepala dan gue balas dengan tersenyum. Taraaa ternyata tebakan gue betul bahwa dia perempuan yang menyapa gue kemarin. Gue bertekad untuk menyapa dia dan menanyakan nama. Tapi malangnya ketika busway berhenti dia turun dengan terburu-buru. Untuk dikejar pun rasanya dia seperti menghindar. Ah sedih sekali rasanya. Padahal gue sudah bertekad untuk mengajak berkenalan. Mungkin bukan sekarang kayanya gue berkenalan ataupun menyapa dia...

Menyapa

Pagi hari tadi ketika sedang mengantri menunggu busway ada seorang perempuan menyapa gue disebelah barisan yang sedang gue antri. Ketika melihat wajahnya enggak ada bayangan pernah ketemu ataupun melihat di suatu tempat. Kebetulan kami berdua sama-sama memakai masker. Kemudian gue membuka masker tapi dia malah tersenyum dan gue makin kebinguangan siapa gerangan orang ini? beneran gue merasa gak pernah melihat ataupun mengenal sebelumnya. Ketika perempuan tersebut membuka masker gue masih gak tau dia siapa? kemudian dia bilang aku duduk di belakang pak made .  Ah ternyata kita satu kantor.  Gue langsung minta maaf enggak mengenal dia sama sekali. Karena sejujurnya emang di kantor gue belum begitu kenal semua dan kalau jalan selalu nunduk. Yang gue khawatirkan adalah dia marah atau malu atau kesal apapun itu karena sudah menyapa duluan eh ternyata orang yang disapa tidak mengenal. Aseli gue khawatir banget sih dan gak enak abis.  Sampai busway datang perempuan itu...

Berjamaah

Salah satu moment yang dirindukan ketika sholat berjamaah di kampus bareng akhwat assalam adalah ketika selepas sholat kami bersalaman kemudian cipika cipika sambil berkata maafin yaa.  Sederhana banget memang jika dilakukan pada saat itu. Tetapi ketika sudah lama tidak melakukan hal seperti itu rasanya rindu sekali ingin merasakan kembali berjamaah bareng.  Berada di lingkungan kerja yang sangat berbeda sekali ketika pada saat di kampus yang paling berasa pada saat sholat. Pada saat di kampus kami suka sekali sholat berjamaah dan saling mengajak untuk sholat tepat waktu. Ketika mendengar suara adzan kita langsung mengingatkan untuk segera bergegas melaksanakan sholat. Jauh berbeda sekali di lingkungan kerja. Dimana kebanyakan mereka suka menunda-nunda sholat walaupun tidak semua seperti itu. Juga selepas sholat berjamaah kami biasanya bersalaman dan saling meminta maaf tetapi kalau di limgkungan kerja mereka terburu-buru untuk segera melanjutkan pekerjaannya bahkan te...

Bapak Pemulung dan Kedua Anaknya

Di tengah kemacetan jalan di pagi hari ini dari dalam angkot gue melihat seorang bapak pemulung yang sedang menggendong anak yang masih bayi dan di sampingnya seorang anak balita sedang duduk didalam gerobak.  Ketika melihat itu gue langsung tersentuh dan meneteskan air mata. Rasanya pagi ini langsung diingatkan sama Allah tentang bersyukur. Dari rumah berangkat ke kantor dengan mood yang tidak baik. Kemudian diperjalanan diperlihatkan seorang bapak pemulung yang membawa kedua anaknya rasanya Allah sedang menegur dan mengingatkan gue bahwa mood lu yang sedang tidak baik karena permasalahan sepele belum ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan bapak pemulung tersebut.  Disaat permasalahan yang lagi menghampiri gue setidaknya untuk menenangkan diri masih bisa dilakukan di rumah yang nyaman, makanan yang udah disajikan sama orang tua, dan masih banyak lagi kenikmatan yang gue dapatkan walaupun sedang ditimpa masalah. Jika dibandingkan dengan bapak pemulung itu belum tentu m...

Gagal (lagi)

Menjelang makan siang terdapat pesan masuk di emailku. Ketika aku buka ternyata sebuah email jawaban dari lamaran kerja yang beberapa hari lalu aku lamar. Ternyata hasilnya adalah aku tidak diterima bekerja di perusahaan tersebut. Sedih? pasti tapi senang juga. Entah apa yang aku rasakan saat ini. Ingin menangis tapi masih di kantor. Harus kutahan sampai nanti di rumah. Okeee mari kita kerucutkan.  Satu minggu lalu aku melihat digrup jurusan akuntansi ada seorang teman yang mengshare tentang lowongan kerja sebagai staff admin di perusahaan BAF. Kemudian aku mencari tau tentang perusahaan BAF ini. Ketika menemukan profil perusahaan BAF ternyata perusahaan tersebut bergerak dibidang pembiayaan kredit motor dan mobil. Waktu itu berfikir oke coba dulu aja toh ini bukan bank. Segeralah aku kirim CV ke alamat email yang tertera dibroadcast yang teman saya share.  Pada tanggal 30 Desember ada telpon masuk ternyata dari perusahaan BAF tersebut menanyakan apakah bersedia un...

Hujan

Siang ini Jakarta diguyur hujan yang cukup deras bersama petir yang menggelegar. Ada sebagian yang mengeluh karena harus meneduh menunggu hujan reda. Ada pula yang dibuat resah karena bisa saja banjir datang kembali setelah Jakarta dikepung banjir besar. Terlepas banyaknya reaksi manusia ketika hujan turun tetap saja hujan merupakan sebuah rahmat yang Allah turunkan untuk makhluk di muka bumi ini. Didalam doa ketika turun hujan memiliki arti Ya Allah, jadikan hujan ini hujan yang membawa manfaat, kebaikan” (HR. Al-Bukhari).  Selain itu berbahagialah ketika hujan turun. Waktu tersebut merupakan salah waktu mustajab yang bisa kita pergunakan untuk merapalkan doa meminta segala hajat yang sedang kita inginkan.  Jadi mari kita belajar untuk tidak mengeluh ketika hujan turun. Nikmati saja moment tersebut dengan lapang dan yakin hujan yang turun ini memberikan kebermanfaatan untuk kita semua. Sedia payung kapanpun dimanapun yaaa ... Jakarta, 07 Desember 2019 - ...