Langsung ke konten utama

Berjuang Lagi

Hari ini aku menemukan kembali tujuanku.
Tujuan sederhana yang membuatku bangkit kembali.
Dari tujuan hal yang sederhana itu pula semangatku hadir untuk bisa mencapainya.

Walaupun kuakui tujuan ini sederhana tapi juga bukan suatu hal yang mudah dicapai.
Tapi aku tak takut. Aku punya Allah.
Allah dzat yang memiliki kerajaan di muka bumi.
Aku gantungkan tujuan dan harapku hanya kepada Allah.
Agar jika aku gagal tidak terlalu jatuh. Karena aku sudah menggantungkan hanya kepada Allah.
Dimana aku sudah siap dengan ketetapan yang Allah pilihkan. 


Tulisan ini menjadi pengingatku jikalau tujuan sederhana itu tidak bisa kucapai.
Menjadi pengingat bahwa pernah memiliki tujuan dan semangat untuk bisa mewujudkannya.
Dan tulisan ini juga menjadi pengingat bahwa aku pernah berjuang dan tidak putus asa jika kegagalan menghampiri.
Karena itu semua merupakan proses kehidupan yang harus aku lewati dan bisa jadi hal tersebut juga proses pendewasaan diri.

Wahai diri ...
Aku tau ini tidak mudah.
Makaa marilah kita berjuang kembali dengan tujuan baru dan ikhtiar yang maksimal dimana dengan meharapkan ridha Allah.

Bismillah hamasah :)


Jakarta, 19 Mei 2020 | Salmah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok ... Judul               : Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok Penulis             : Muhammad Lili Nur Aulia Hal                  : 253 Halaman Penerbit           : Ihsanmedia.com             Atas dasar karunia Allah, lalu kebersamaan ini pun kita mulai karena Allah dan untuk Allah. Tidak ada yang lebih mulia daripada menyadari bahwa kebersamaan ini adalah murni karena karunia dan hidayah Allah. Tak ada yang lebih agung daripada menyadari bahwa kita memulai perjalanan ini betul-betul karena Allah dan bertujuan untuk menggapai ridha Allah.    ...

REVIEW NOVEL : Cinta di Ujung Sajadah

Judul : Cinta di Ujung Sajadah Penulis : Asma Nadia Hal : 291 halaman Penerbit : Republika "Ketika semua harapan menemui jalan buntu. Cinta berjuang. Mencari kekuatan dalam sujud-sujud panjang. Menelusuri jejak surga yang dirindukan hingga tuntas saat senja di madinah" "Berduan dengan cewek itu engga nyunnah. Jelek jelek dia kan menyandang nama Muhammad" (Hal 91) "Apapun kata orang, ibumu tetap ibu, sosok yang lebih dari berhak untuk mendapakan bakti dan kasih sayang anaknya, juga perhatianmu" (hal 190) "Ketika harapan begitu tipis. Ketika fisik begitu lelah. Ketika sebagai hamba, merasa tak berdaya. Ketika sekeliling begitu gelap dan tanpa cahaya. Ketika itu hanya Allah yang bisa memberi harapan" (hal 242) "Seburuk apapun yang kamu lakukan, Nak.... ingatlah kamu menyandang nama Muhammad" (hal 268) Gue kasih lima bintang🌟🌟🌟🌟🌟 Sukak banget sama novel ini. Emang novel asma nadia itu selalu memiliki sihir tersen...

Mereflesikan Diri

Sesekali ketika berkumpul tidak melulu harus membahas hal yang menguras tenaga. Terkadang kita butuh berkumpul hanya untuk merefresh otak, mengumpulkan energi positif dan menyatukan tujuan yang telah kita sematkan. Itu akan mempengaruhi terhadap apa yang kedepannya akan kita jalankan. Membahas hal yang tidak penting sekalipun itu dapat sejenak menghilangkan kejenuhan rutinitas yang kita jalankan. Atas dasar yang sama yaitu kepenatan dan kelelahan rutinitas yang dijalankan, kita berusaha untuk saling menghibur satu sama lain. Saling menguatkan dengan cara melemparkan guyonan sederhana yang kadang hal receh sekalipun mampu membut diri ini terhibur. Efeknya apa setelah hal itu? Kita memiliki energi full kembali dan kita merasa tidak sendirian karena kita memiliki teman-teman yang sama juga merasakan apa yang kita rasakan. Kemudian menjadi fokus dengan tujuan awal kita. Sesekali patut dicoba. Jakarta 10 November 2018 | Salmah