Langsung ke konten utama

Si Bapak Pemulung

Pagi ini pada saat menuju stasiun pasar minggu gue melihat seorang bapak bapak yang sudah agak tua membawa dua buah karung yang sedang dipikul. Gue kenal dengan si bapak ini soalnya beliau waktu itu pada saat gue MI berjualan di dePan MI gue. Beliau jualan balon lempar yang bisa langsung pecah itu.

Nah tadi pagi gue kira dia berjualan apa gitu soalnya bawa pikulan dua buah karung soalnya si bapak ini suka gonta ganti usaha. Yang gue pernah liat pernah berjualan telor teloran dan dan jual kretekan mainan anak anak. Tadi gue liat si bapak ternyata jadi pemulung. Karena pas gue liat lagi mencari botol plastik bekas. Bukan gue bermaksud gimana mana. Tapi gue kaget ajaa kenapa bisa jadi pemulung? Apakah usaha beliau telah bangkrut dan engga ada modal? Pas liat itu dibenak gue yang muncul adalah rasa kagum kepada si bapak ini. Karena beliau engga putus asa untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Beliau masih mau mencari pekerjaan yang halal dengan tidak menjadi pengemis. Bisa sajakan jika si bapak ini berpikiran sempit untuk memilih jadi pengemis. Terlebih beliau ini sudah tua. Bisa memanfaatkan fisik tua nya ini menjadi pengemis tapi beliau tidak memilih itu. Beliau memilih untuk jadi pengemis.

Doaku untuk si bapak ini, semoga Allah memberikan kelapangan rejeki yang luas, diberikan kesehatan, dan Allah selalu mencukupi kebutuhan yang bapak butuhkan.


Tetap terus bersyukur gaes!


Jakarta 23 oktober 2018 | Salmah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok ... Judul               : Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok Penulis             : Muhammad Lili Nur Aulia Hal                  : 253 Halaman Penerbit           : Ihsanmedia.com             Atas dasar karunia Allah, lalu kebersamaan ini pun kita mulai karena Allah dan untuk Allah. Tidak ada yang lebih mulia daripada menyadari bahwa kebersamaan ini adalah murni karena karunia dan hidayah Allah. Tak ada yang lebih agung daripada menyadari bahwa kita memulai perjalanan ini betul-betul karena Allah dan bertujuan untuk menggapai ridha Allah.    ...

REVIEW NOVEL : Cinta di Ujung Sajadah

Judul : Cinta di Ujung Sajadah Penulis : Asma Nadia Hal : 291 halaman Penerbit : Republika "Ketika semua harapan menemui jalan buntu. Cinta berjuang. Mencari kekuatan dalam sujud-sujud panjang. Menelusuri jejak surga yang dirindukan hingga tuntas saat senja di madinah" "Berduan dengan cewek itu engga nyunnah. Jelek jelek dia kan menyandang nama Muhammad" (Hal 91) "Apapun kata orang, ibumu tetap ibu, sosok yang lebih dari berhak untuk mendapakan bakti dan kasih sayang anaknya, juga perhatianmu" (hal 190) "Ketika harapan begitu tipis. Ketika fisik begitu lelah. Ketika sebagai hamba, merasa tak berdaya. Ketika sekeliling begitu gelap dan tanpa cahaya. Ketika itu hanya Allah yang bisa memberi harapan" (hal 242) "Seburuk apapun yang kamu lakukan, Nak.... ingatlah kamu menyandang nama Muhammad" (hal 268) Gue kasih lima bintang🌟🌟🌟🌟🌟 Sukak banget sama novel ini. Emang novel asma nadia itu selalu memiliki sihir tersen...

Pengalaman Dirawat di Rumah Sakit

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 14 Januari 2019 gue baru aja dirawat di rumah sakit. Diagnosis dokter itu sakit typus. Gue dirawat selama lima hari. Berawal dari gue kedinginan hebat. Bener-bener merasa dingin terus tiba-tiba gue kaya orang kesurupan gitu. Posisi pada saat itu gue sadar, tapi gue enggak bisa berbuat apa-apa. Seperti ada yang mengendalikan diri gue. Emak gue meminta untuk gue baca ayat kursi tapi gue menjawabnya enggak tau. Kejadian kaya gini bukan pertama kali, sebelumnya gue pernah seperti kaya orang kesurupan juga pada saat mengikuti pelatihan sholat khusyu. Waktu pada saat ikutan upgrading PAY gue juga sempat seperti itu juga tapi tidak parah. Setelah kejadian itu demam gue enggak turun-turun selalu 39 ° C. Sudah dibawa ke rumah sakit juga sampai diinfus tapi demamnya tidak turun-turun. Lima hari deman tidak kunjung akhirnya gue dibawa ke puskesmas untuk cek darah, hasilnya trombosit gue malah lebih turun dibanding pas di rumah sakit itu. Ak...