Langsung ke konten utama

Kita Masih Punya Allah



LELAH ...
Banyak yang mengeluh lelah karena rapat organisasi yang tak henti usai.

Lelah ...
Banyak yang mengeluh lelah karena target acara tak sesuai dengan harapan.

Lelah ...
Banyak yang mengeluh lelah karena tugas kuliah yang menumpuk.

Lelah ...
Banyak yang mengeluh lelah karena tak kunjung mendapatkan judul skripsi

Lelah ...
Banyak yang mengeluh lelah karena tekanan pekerjaan yang semakin tinggi

Lelah
Banyak yang mengeluh lelah karena kemacetan jakarta yang makin menggila

Lelah ...
Banyak yang mengeluh lelah karena rumah bukan menjadi tempat 'pulang'


Semua orang berkata lelah
Siapa manusia yang tidak pernah lelah? Pasti semua orang pernah lelah. Bahkan ada yang ingin menyerah. Kamu kah orang itu?
Pasti kita pernah berada di titik seperti itu lelah berkepanjangan, menjauh dari khalayak ramai,  menyerah, kemudian menghilang.
Disaat seperti itu setan sangat senang sekali menggoda kita. Merayu untuk menyerah saja.
Ketika lelah kita lupa kepada Sang Maha Kuat. Kita ini lemah tanpaNya kita tidak bisa apa-apa. Kita lupa untuk selalu meminta untuk dikuatkan olehNya. Kita terlalu sibuk mengeluh hingga lupa dan melalaikan segala perintahNya.
Kita masih punya Allah. Allah Yang Maha Kuat.  Ada Allah.
Allah... Malu diri ini yang ketika masalah hadir mengeluh lelah. Padahal masalah, ujian, dan cobaan belum seberapa dibanding orang-orang yang terdahulu.
Allah... Ampuni diri ini yang terlalu sibuk mengejar dunia hingga melalaikan perintahMu.
Allah... Engkau Yang Maha Kuat maka Kuatkan aku
Allah ... Aku ini lemah jangan biarkan aku sendirian

Jakarta 06 Oktober 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok ... Judul               : Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok Penulis             : Muhammad Lili Nur Aulia Hal                  : 253 Halaman Penerbit           : Ihsanmedia.com             Atas dasar karunia Allah, lalu kebersamaan ini pun kita mulai karena Allah dan untuk Allah. Tidak ada yang lebih mulia daripada menyadari bahwa kebersamaan ini adalah murni karena karunia dan hidayah Allah. Tak ada yang lebih agung daripada menyadari bahwa kita memulai perjalanan ini betul-betul karena Allah dan bertujuan untuk menggapai ridha Allah.    ...

REVIEW NOVEL : Cinta di Ujung Sajadah

Judul : Cinta di Ujung Sajadah Penulis : Asma Nadia Hal : 291 halaman Penerbit : Republika "Ketika semua harapan menemui jalan buntu. Cinta berjuang. Mencari kekuatan dalam sujud-sujud panjang. Menelusuri jejak surga yang dirindukan hingga tuntas saat senja di madinah" "Berduan dengan cewek itu engga nyunnah. Jelek jelek dia kan menyandang nama Muhammad" (Hal 91) "Apapun kata orang, ibumu tetap ibu, sosok yang lebih dari berhak untuk mendapakan bakti dan kasih sayang anaknya, juga perhatianmu" (hal 190) "Ketika harapan begitu tipis. Ketika fisik begitu lelah. Ketika sebagai hamba, merasa tak berdaya. Ketika sekeliling begitu gelap dan tanpa cahaya. Ketika itu hanya Allah yang bisa memberi harapan" (hal 242) "Seburuk apapun yang kamu lakukan, Nak.... ingatlah kamu menyandang nama Muhammad" (hal 268) Gue kasih lima bintang🌟🌟🌟🌟🌟 Sukak banget sama novel ini. Emang novel asma nadia itu selalu memiliki sihir tersen...

Pengalaman Dirawat di Rumah Sakit

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 14 Januari 2019 gue baru aja dirawat di rumah sakit. Diagnosis dokter itu sakit typus. Gue dirawat selama lima hari. Berawal dari gue kedinginan hebat. Bener-bener merasa dingin terus tiba-tiba gue kaya orang kesurupan gitu. Posisi pada saat itu gue sadar, tapi gue enggak bisa berbuat apa-apa. Seperti ada yang mengendalikan diri gue. Emak gue meminta untuk gue baca ayat kursi tapi gue menjawabnya enggak tau. Kejadian kaya gini bukan pertama kali, sebelumnya gue pernah seperti kaya orang kesurupan juga pada saat mengikuti pelatihan sholat khusyu. Waktu pada saat ikutan upgrading PAY gue juga sempat seperti itu juga tapi tidak parah. Setelah kejadian itu demam gue enggak turun-turun selalu 39 ° C. Sudah dibawa ke rumah sakit juga sampai diinfus tapi demamnya tidak turun-turun. Lima hari deman tidak kunjung akhirnya gue dibawa ke puskesmas untuk cek darah, hasilnya trombosit gue malah lebih turun dibanding pas di rumah sakit itu. Ak...