Pagi tadi perjalanan menuju ke stasiun gue melihat ada yang sedikit berbeda. Dimana biasanya jalanan yang gue lewati enggak pernah macet tapi tadi pagi terlihat macet yang cukup panjang. Setelah gue lihat ternyata penyebab kemacetan di jalan sempit yang biasa gue lewatin adalah adanya pergantian ketika pengemudi motor yang ingin naik dan turun di sebuah jalan yang menanjak. Jalanan tersebut hanya bisa dilewati satu arah sehingga harus bergantian dengan yang turun tanjakan ataupun yang ingin naik tanjakan. Macet yang cukup panjang ini diakibatkan dari banyaknya motor yang turun untuk ke arah pasar minggu. Dimana pengendara motor ini lebih memilih melewati jalan kampung dibanding harus memutar arah yang cukup jauh ke arah UI dikarenakan putar arah menuju pasar minggu sedang ditutup karena sedang ada pembangunan fly over. Imbasnya jalanan diperkampungan menjadi macet.
Pemandangan yang cukup menarik adalah biasanya pergantian para pengendara motor yang ingin naik ataupun turun biasanya dengan menggunakan kode klakson kencang sebagai tanda gantian. Tetapi tadi pagi ada tiga bocah SD yang menjadi juru parkir untuk pergantian naik atau turunnya sepeda motor. Dengan adanya tiga bocah SD ini cukup membantu para pengendara motor agar bersabar saling bergantian.
Sisi yang gue lihat dari ketiga bocah SD ini adalah kagum. Dengan penuh inisiatif mereka menjadi juru parkir dadakan tanpa dibayar. Mungkin bisa jadi mereka mengisi kekosongan waktu liburan mereka dengan menjadi juru parkir dadakan. karena saat ini anak sekolah sedang libur. Entah apa motifnya tapi gue melihat ketiga bocah ini senang melakukannya walaupun tanpa dibayar.
Hikmah yang gue bisa ambil dari ketiga bocah SD tersebut adalah sebenarnya jika kita ingin peka terhadap lingkungan sekitar banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk menebarkan kebermanfaatan. Contohnya ketiga bocah SD ini dengan inisiatif dan sigap melihat kemacetan mereka menjadi juru parkir dadakan dimana sangat membantu sekali para pengendara motor agar tidak berebutan untuk naik ataupun turun. Mungkin ketiga bocah ini tidak paham betul bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah sebuah hal yang mulia dan bisa dijadikan contoh sebagai tindakan menebar kebermanfaatan. Bisa jadi juga hal tersebut menjadi timbangan pemberat amal kebaikan mereka di yaumul akhir kelak karena keikhlasan dan ketulusan mereka. Hal ini menjadi pengingat untuk gue agar peka terhadap lingkungan biar bisa menebar kebermanfaatan dimanapun dan kapanpun. Sesederhana dengan menyingkirkan sampah dijalanan misalnya ataupun hal lainnya.
Semangat Menebar Kebermanfaatan Gais!
Jakarta, 26 Desember 2019 - Salmah
Komentar
Posting Komentar