Sore tadi hujan turun dengan cukup deras.
Disaat itu aku sedang bercengkrama dengan teman-temanku.
Seorang teman mengingatkan kepada kami untuk berdoa karena salah satu waktu mustajab itu ketika hujan turun.
Aku terdiam.
Dalam hati aku berdoa ketika turun hujan dan satu pintaku yang selalu kuulang-ulang disetiap doaku.
Temanku yang lain pun juga melakukan hal yang sama merapalkan doa dengan hajatnya masing-masing.
Tak lama adzan magrib berkumandang.
Kami bergegas mencari musholla untuk melaksanakan sholat magrib.
Selepas sholat magrib kami memutuskan makan bakso.
Sambil bercengkrama dengan teman-temanku hp ku bergetar ada sms masuk.
Ketika ku baca isi pesan tersebut adalah jawaban dari doaku yang aku panjatkan ketika turun hujan tadi.
Aku terdiam.
Bingung...
Tak tau harus apa...
Kalimat syukur aku ucapkan dalam hati. Tapi masih ada yang mengganjal.
Ku tarik napas perlahan.
Aku memutuskan untuk mengabaikan sms tersebut untuk fokus makan terlebih dahulu.
Di dalam perjalanan aku memikirkan lagi.
Ini adalah hal yang aku tunggu--tunggu. Tiap malam aku meminta kepada Rabb-ku untuk hal ini.
Tapi ketika Allah mengabulkan aku bingung. Syok tidak menyangka.
Seperti mimpi. Entahlah. Tapi aku sangat bersyukur. Atas izin Allah. Atas Pertolongan Allah. Allah kabulkan doaku.
Ya Rabb jika ini merupakan salah satu rezeki yang Engkau tetapkan untuk diriku. Mudahkan ya Rabb. Bimbing hamba ya Rabb. Karena tanpa petunjuk dan pertolongan-Mu aku tak bisa apa-apa.
Ya Rabbi kuatkan aku ...
Ya Rabbi mudahkan dan lancarkan ...
Ya Rabbi bimbing aku beri aku petunjuk-Mu ...
Ya Rabbi ridhai untuk jalan yang sedang aku tapaki ini ...
Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam
Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah
Jakarta, 21 November 2019 | Salmah
Komentar
Posting Komentar