Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Doa

Sore tadi hujan turun dengan cukup deras. Disaat itu aku sedang bercengkrama dengan teman-temanku.  Seorang teman mengingatkan kepada kami untuk berdoa karena salah satu waktu mustajab itu ketika hujan turun. Aku terdiam. Dalam hati aku berdoa ketika turun hujan dan satu pintaku yang selalu kuulang-ulang disetiap doaku. Temanku yang lain pun juga melakukan hal yang sama merapalkan doa dengan hajatnya masing-masing. Tak lama adzan magrib berkumandang. Kami bergegas mencari musholla untuk melaksanakan sholat magrib. Selepas sholat magrib kami memutuskan makan bakso. Sambil bercengkrama dengan teman-temanku hp ku bergetar ada sms masuk. Ketika ku baca isi pesan tersebut adalah jawaban dari doaku yang aku panjatkan ketika turun hujan tadi. Aku terdiam. Bingung... Tak tau harus apa... Kalimat syukur aku ucapkan dalam hati. Tapi masih ada yang mengganjal. Ku tarik napas perlahan. Aku memutuskan untuk mengabaikan sms tersebut untuk fokus makan terlebih ...

Menepi

Akhir-akhir ini terlalu banyak energi yang aku keluarkan. Berefek kepada aku gampang lelah dan menangis tanpa alasan. Tapi keadaan menuntut aku untuk tetap kuat dan baik-baik saja. Ketika rasa lelah itu hadir aku tumpahkan air mata disetiap sujud terakhirku. Kepada Yang Maha Kuat aku berdoa untuk dikuatkan hati dan fisikku. Tapi aku hanya manusia biasa. Sekuat apapun aku menyangkal, hati dan fisikku berteriak untuk beristirahat.  Aku menyerah.  Aku mengakui sedang lelah. Aku sedang tidak baik-baik saja. Aku perlu istirahat. Menepi menjadi pilihanku untuk mengistirahatkan hati, fikiran dan fisikku. Menepi dari segala hal bersosial media. Aku butuh merecharge energi untuk sementara. Tidak akan lama sampai aku kuat kembali. Jakarta, 16 November 2019 | Salmah

Jendela Bus Kota

Ketika terjebak dalam kemacetan aku bisa melihat aktivitas manusia diluar sana di jendela bus kota. Ada tukang ojek online yang sedang membawa penumpangnya. Ada supir bus angkot yang mengklakson untuk memanggil penumpang. Ada pengendara mobil pribadi yang menikmati suara radio didalam mobil Ada pejalan kaki yang jalan tergesa-gesa menghindari teriknya matahari. Ada pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang terotoar jalan. Ada pengamen yang menyenandukan lagu dengan suara pas-pasan nya di lampu merah. Ada loper koran yang menawarkan koran ke tiap kendaraan yang berhenti di lampu merah. Ada pedagang asongan yang menawarkan dagangannya. Dan masih banyak sekali aktivitas yang terlihat dari jendela bus kota. Caraku membunuh waktu ketika terjebak kemacetan seperti itu dengan melihat aktivitas manusia di jendela bus kota. Dari sana aku bisa banyak sekali belajar tentang kesabaran, rasa syukur dan perjuangan. Ambil contoh tukang loper koran. Di jaman yang sudah...

Dan Lagi ...

Lagi ... lagi ... dan lagi... Sampai saat ini aku masih mencari tau tentangmu. Menelusuri sosial mediamu adalah caraku  mengetahui duniamu yang sekarang. Seringnya kamu bercuit ria di twitter. Jarang sekali fotomu terpajang di instagram pribadimu. Dari situ aku tau kamu masih melanjutkan skripsimu yang tertunda. Dari sana pula aku tau dua bulan lalu kamu kembali ke jakarta. Ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan mengenai beberapa tweetmu. Ah tapi siapa aku? Menyapamu saja aku tidak berani. Payah sekali memang. Doaku masih sama. Semoga kamu baik baik saja disana. Cepat cepat selasaikan skripsimu dan kembali ke jakarta. Jakarta, 14 November 2019

Pengantar Tidur

Jam sudah menunjukkan pukul 23.31. Badan sudah menuntut untuk segera beristirahat. Tapi mata sulit sekali diajak berkompromi untuk segera tidur. Mencoba memejamkan mata. 1 .. 2 .. 3 .. gagal. Terdiam sejenak memiringkan badan ke sebelah kanan.  Hening. Hanya ada iringan suara kipas angin.  Kamu kenapa? Tanyaku pada diriku sendiri. It's okay. Semua akan baik-baik saja. Sabar sedikit. Sekarang bukan waktu yang tepat. Jika sudah selesai kamu bisa menenangkan dirimu. Sabar yaa ... Tarikan napas yang dihembuskan perlahan aku coba lakukan. Begitu terus aku ulangi. Beriringan dengan rasa kantuk yang menjalar. Perlahan terpejam ... Bisikan kecil terdengar di telingaku ... Ada Allah. Allah pasti bantu okay.. Night . Jakarta, 12 November 2019 | Salmah