Langsung ke konten utama

COOKING DAY : CARA MEMBUAT SEMPOL AYAM




COOKING DAY : CARA MEMBUAT SEMPOL AYAM



Hari ini gue bersama bocah-bocah SLIMPS mau mencoba masak masak. Tapi ada dua orang yang engga bisa ikutan yaitu ulul karena kerja dan intan karena kuliah jadi tadi hanya berempat yaitu gue, sipa, mega, dan putri. Ide membuat sempol ayam ini datangnya dari putri. Berawal niatnya mau buat cheese cake caramel diganti membuat sempol ayam yang simple.

Disini gue akan kasih tau cara pembuatan sempol ayam ala SLIMPS.

Pertama bahan – bahan yang perlu disiapkan adalah :

·         Daging ayam

Daging ayamnya ini yang kita perlukan adalah bagian dada. Cuci daging ayam kemudian dihaluskan menggunakan blender. Tadi si mega bilang kalau ada yang enggak punya blender kecil bisa ayamnya itu diulek sampai halus.

·         Tepung terigu dan tepung sagu

Untuk takarannya kita sih tadi ngira-ngira aja. Bisa dilihat dengan apakah tekstur adonannya itu masih lembek atau engga. Kalau masih lembek belum kalis bisa ditambahkan lagi tepungnya.

·         Wortel dan daun bawang

Tadi kita menggunakan satu wortel dan seikat daun bawang secukupnya.

·         Garam, lada, royco

Taburkan garam, lada, dan royco secukupnya. Penting nih kalau bisa dicobain dulu apakah rasanya udah pas atau belum, karena tadi kita lupa nyobain alhasil kurang asin.

·         Putih telur, bawang merah, bawang putih

·         Tusuk sate

            Cara pembuatannya :

·         Pertama masukkan daging ayam ke dalam baskom yang ukuran sedang.

·         Kemudian masukkan wortel yang sudah diparut ke dalam baskom dan daun bawang yang sudah diiris.

·         Masukkan tepung terigu dan tepung sagu.

·         Lalu aduk sampai merata.

·         Kemudian tambahkan garam, lada, dan royco secukupnya.

·         Masukkan juga bawah merah dan bawah putih yang sudah dihaluskan

·         Terakhir masukkan putih telur.

·         Jika bahan sudah dimasukkan semua aduk sampai merata dan teksturnya sudah bisa dibentuk, tidak lengket ataupun tidak keras karena terlalu banyak tepung.

·         Jika sudah diaduk kemudian dibentuk dengan cara dikepal membentuk lonjong jika sudah terbentuk lalu ditusukkan ke tusakan sate.

·         Jika sudah selesai siapkan air mendidik untuk merebusnya

·         Masukkan semua sempol yang sudah terbentuk ke dalam air mendidih

·         Jika sempol ayam sudah mengapung tandanya sempol sudah matang dan tiriskan.

·         Selanjutnya siapkan wajan minyak untuk persiapan menggoreng.

·         Sebelum digoreng sempol ayam dilumuri kuning telur terlebih dahalu.

·         Goreng sempol ayam hingga berwarna kecoklatan jika sudah angkat dan tiriskan.

·         Terakhirnya sajikan ke dalam piring.



Taraaaaaaaaaa masak kita kali ini berhasilllll J

Mungkin karena efek dari gue enggak ikut campur tangan dalam pembuatan sempol ayam ini makanya berhasil. Tugas gue hanya mendokumentasikn hahahahaha. Karena setiap kalau kita masak-masak dan gue ikut terlibat biasanya masakan itu akan gatot alias gagal total tapi kali ini berhasil dan enak guyssss walaupun kurang asin :D

Seruuuuuuu banget masak-masak kita kali ini

Nantikan masak-masak berikutnya

Semoga bermanfaat :D

Jakarta, 15 februari 2019 – Salmah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok

REVIEW NOVEL Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok ... Judul               : Kita Akan Tetap di Jalan Ini Seperti Kemarin, Hari Ini, dan Esok Penulis             : Muhammad Lili Nur Aulia Hal                  : 253 Halaman Penerbit           : Ihsanmedia.com             Atas dasar karunia Allah, lalu kebersamaan ini pun kita mulai karena Allah dan untuk Allah. Tidak ada yang lebih mulia daripada menyadari bahwa kebersamaan ini adalah murni karena karunia dan hidayah Allah. Tak ada yang lebih agung daripada menyadari bahwa kita memulai perjalanan ini betul-betul karena Allah dan bertujuan untuk menggapai ridha Allah.    ...

REVIEW NOVEL : Cinta di Ujung Sajadah

Judul : Cinta di Ujung Sajadah Penulis : Asma Nadia Hal : 291 halaman Penerbit : Republika "Ketika semua harapan menemui jalan buntu. Cinta berjuang. Mencari kekuatan dalam sujud-sujud panjang. Menelusuri jejak surga yang dirindukan hingga tuntas saat senja di madinah" "Berduan dengan cewek itu engga nyunnah. Jelek jelek dia kan menyandang nama Muhammad" (Hal 91) "Apapun kata orang, ibumu tetap ibu, sosok yang lebih dari berhak untuk mendapakan bakti dan kasih sayang anaknya, juga perhatianmu" (hal 190) "Ketika harapan begitu tipis. Ketika fisik begitu lelah. Ketika sebagai hamba, merasa tak berdaya. Ketika sekeliling begitu gelap dan tanpa cahaya. Ketika itu hanya Allah yang bisa memberi harapan" (hal 242) "Seburuk apapun yang kamu lakukan, Nak.... ingatlah kamu menyandang nama Muhammad" (hal 268) Gue kasih lima bintang🌟🌟🌟🌟🌟 Sukak banget sama novel ini. Emang novel asma nadia itu selalu memiliki sihir tersen...

Mereflesikan Diri

Sesekali ketika berkumpul tidak melulu harus membahas hal yang menguras tenaga. Terkadang kita butuh berkumpul hanya untuk merefresh otak, mengumpulkan energi positif dan menyatukan tujuan yang telah kita sematkan. Itu akan mempengaruhi terhadap apa yang kedepannya akan kita jalankan. Membahas hal yang tidak penting sekalipun itu dapat sejenak menghilangkan kejenuhan rutinitas yang kita jalankan. Atas dasar yang sama yaitu kepenatan dan kelelahan rutinitas yang dijalankan, kita berusaha untuk saling menghibur satu sama lain. Saling menguatkan dengan cara melemparkan guyonan sederhana yang kadang hal receh sekalipun mampu membut diri ini terhibur. Efeknya apa setelah hal itu? Kita memiliki energi full kembali dan kita merasa tidak sendirian karena kita memiliki teman-teman yang sama juga merasakan apa yang kita rasakan. Kemudian menjadi fokus dengan tujuan awal kita. Sesekali patut dicoba. Jakarta 10 November 2018 | Salmah