Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Materi KULWAP : "Peran Vital Ayah Dalam Pengasuhan"

*Peran Vital Ayah Dalam Pengasuhan* Perkenalkan, pasti banyak yang belum mengenal, saya Ulum A Saif. Biasanya dipanggil Kang Ulum. Usia saya 28 tahun, beristri satu, Alhamdulillah telah dikaruniai satu orang putera usia 1,5 tahun. Apa yang mau saya sampaikan hari ini, tentang Peran Vital Ayah Dalam Pengasuhan, bukan ilmu saya.. bukan pula hasil penelitian saya.. Saya hanya akan menceritakan ulang apa yang sudah guru-guru saya sampaikan tentang Peran Ayah Dalam Pengasuhan sebab ilmu ini amat bermanfaat sekali pada saya dan keluarga, terutama mengubah pola pikir, dan amat bermanfaat sekali bagi banyak keluarga yang berguru ilmu pengasuhannya kepada beliau-beliau. Saya berguru tentang Peran Ayah dalam Pengasuhan ini kepada Ibu Elly Risman (Yayasan Kita Dan Buah Hati), kepada Ustadz Harri Santosa (Fitrah Based Education), kepada Ustadz Adriano Rusfi (Pendidik Aqil Baligh), kepada Pak Dodik & Ibu Septi (Institut Ibu Profesional), kepada Ustadz Bendri (Muballigh, Tokoh Muda), dan ...

Nasihat untuk Mega

Teruntuk sahabatku Mega yang besok akan melepas masa jomblo nya. Ini sedikit pesan dari gue sebelum dirimu melepas masa jomblo dan akan berganti status menjadi seorang istri Megaaa... Besok merupakan hari bersejarah dalam hidup lu. Akan ada perjanjian agung yaitu ijab qabul pernikahan. Mustaqon Ghaliza yaitu Perjanjian yang sangat agung. Perjanjian yang tidak main main. Allah yang langsung menyaksikan. Megaaa... Ketika lu sudah berstatus menjadi seorang istri, jadilah istri yang mengantarkan ketenangan. Jagalah nama baik suami. Jaga kehormatan suami. Antara suami dan istri itu ibarat pakain yang saling melengkapi. Kalo ada sifat buruk suami jangan kasih tau siapa-siapa. Cukup lu aja yang tau. Jaga aib suami. Cukup kalian berdua aja yang tau. Megaaa... Ketika ujian pernikahan datang mintalah,mengadulah ke Allah. Meminta kekuatan segala ujian bila datang. Di dalam pernikahan pasti terjadi perbedaan persepsi, pandangan, dsb. Dan jika itu terjadi perlu harus ada yang mengalah. M...

Tak Sempat Menyapa

Apakah itu kamu? Aku tidak berani melihat hanya tertunduk Tapi kalaupun itu kamu, kenapa kamu tidak menyapa? Atau mungkin kamu sudah lupa? Ah dasar perempuan~ Setelah berlalu baru datang penyesalan Bukannya aku tak mau melihat tapi aku takut Takut akan kenangan kenangan yang pernah tercipta mencuat begitu saja Nantinya bermunculan rindu yang menuntut untuk bertemu kembali Biarlah Tak mengapa. Biarkan saja Tak perlu menyesal Itu demi kebaikan jiwa ini Untukmu yang tak sempatku sapa Semoga kamu tak melupakan aku Jangann Jangann Jangann Semoga kamu masih mengingat aku Jakarta 16 November 2018

Memupuk Rindu

Ketika kenangan itu muncul, buru-buru aku lenyapkan dalam pikaranku. Aku tidak mau menanggung rindu yang lebih banyak lagi. Nyatanya sampai saat ini kita belum pernah bertemu lagi. Pertemuan yang tak kunjung tiba membuat lubang rindu yang semakin dalam. Dengan cara tidak melihat album foto kebersamaan kita salah satu cara aku untuk membuah jauh-jauh rasa rinduku. Aku berusaha keras tidak membuka galeri di handphoneku. Seperti itu aku memupuk rindu. Bagaimana denganmu? Jakarta 12 November 2018 | Salmah

UTS

Hari ini adalah senin pertama UTS di semester 7. Hal yang gue rasain adalah kaya bukan UTS hahaha. Apa karena udah semester akhir jadi udah males gitu bawaannya dan santai banget. Rasanya mau cepat-cepat skripsi. Tapi gue liat teman-teman gue yang sudah mengambil skripsi di semester ini kayanya pusing banget gitu, ngeri juga sih :D Semales apapun setidaknya tetap harus belajar. Ikhtiarkan dulu walaupun belajarnya SKS (Sistem Kebut Semalam) hehehe. Setidaknya ikhtiar dulu bukan? Enggak jaman tuh udah males eh pake jalan pintas yaitu MENCONTEK. Jangan sampai deh ya. Dihindari banget pokoknya. Mencontek itu artinya kita tidak percaya sama diri kita sendiri. Dosa juga pula mencontek itu. So udah ga jaman lagi ya guys mencontek. Kalau UTS kaya gini gue suka sedih aja melihat hampir selama 7 semester ini gue melihat di kelasan gue always semuanya pada bawa contekan. Entah lewat hp ataupun kertas kecil. Pokoknya para pecontek ini memiliki berbagai cara yang kadang bikin gue geleng-geleng k...

Mereflesikan Diri

Sesekali ketika berkumpul tidak melulu harus membahas hal yang menguras tenaga. Terkadang kita butuh berkumpul hanya untuk merefresh otak, mengumpulkan energi positif dan menyatukan tujuan yang telah kita sematkan. Itu akan mempengaruhi terhadap apa yang kedepannya akan kita jalankan. Membahas hal yang tidak penting sekalipun itu dapat sejenak menghilangkan kejenuhan rutinitas yang kita jalankan. Atas dasar yang sama yaitu kepenatan dan kelelahan rutinitas yang dijalankan, kita berusaha untuk saling menghibur satu sama lain. Saling menguatkan dengan cara melemparkan guyonan sederhana yang kadang hal receh sekalipun mampu membut diri ini terhibur. Efeknya apa setelah hal itu? Kita memiliki energi full kembali dan kita merasa tidak sendirian karena kita memiliki teman-teman yang sama juga merasakan apa yang kita rasakan. Kemudian menjadi fokus dengan tujuan awal kita. Sesekali patut dicoba. Jakarta 10 November 2018 | Salmah

REVIEW NOVEL : Cinta di Ujung Sajadah

Judul : Cinta di Ujung Sajadah Penulis : Asma Nadia Hal : 291 halaman Penerbit : Republika "Ketika semua harapan menemui jalan buntu. Cinta berjuang. Mencari kekuatan dalam sujud-sujud panjang. Menelusuri jejak surga yang dirindukan hingga tuntas saat senja di madinah" "Berduan dengan cewek itu engga nyunnah. Jelek jelek dia kan menyandang nama Muhammad" (Hal 91) "Apapun kata orang, ibumu tetap ibu, sosok yang lebih dari berhak untuk mendapakan bakti dan kasih sayang anaknya, juga perhatianmu" (hal 190) "Ketika harapan begitu tipis. Ketika fisik begitu lelah. Ketika sebagai hamba, merasa tak berdaya. Ketika sekeliling begitu gelap dan tanpa cahaya. Ketika itu hanya Allah yang bisa memberi harapan" (hal 242) "Seburuk apapun yang kamu lakukan, Nak.... ingatlah kamu menyandang nama Muhammad" (hal 268) Gue kasih lima bintang🌟🌟🌟🌟🌟 Sukak banget sama novel ini. Emang novel asma nadia itu selalu memiliki sihir tersen...

Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku Aku ini masih perlu banyak bimbingan. Jangan tinggalkan aku sendirian. Selalu ingatkan aku jika aku mulai lupa. Aku masih butuh kalian untuk mengingatkan aku. Ingatkan aku jika aku sudah menjauh dari lingkaran. Ingatkan aku jika aku malas mendatangi majelis ilmu. Ingatkan aku jika aku mulai melakukan kemungkaran. Aku masih membutuhkan nasihat teman teman solehahku. Jangan pernah lelah untuk selalu mengingatkan aku dan menasehatiku. Aku ini lemah, masih butuh kalian. Tetap terus berada disampingku. Maafkan segala sifat dan tingkah laku. Jakarta 09 November 2018 | Salmah